Siapa Sebenarnya Zara?

1600 Words

Tertidur dengan posisi telungkup membuat dadanya terasa sesak. Zara berpindah posisi agar lebih nyaman. Saat itulah, tiba-tiba perutnya terasa perih. Lapar lebih tepatnya. Baru menyadari jika ia belum makan sedari siang. Ia pun bergerak ke luar kamar, mencari dapur yang letaknya di bagian belakang pantiitu. Saat menuju dapur, kebetulan ia berpapasan dengan seorang penjaga panti. “Mbak, saya lapar. Ada makanan di dapur?” tanyanya sambil memegangi perut yang melilit. “Oh, ada. Memang sengaja aku simpan di sini.” Mbak Ana, begitu Zara biasa memanggilnya membuka pintu di salah satu lemari, lalu ia mengeluarkan sebuah mangkuk. “Aku yakin, kamu pasti bakal bangun buat makan. Dah, habisinlah! Aku tinggal dulu ya?” Mbak Ana meninggalkan Zara yang kini menghadap ke sebuah megiccom. * Pirin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD