Ia yang majikan, tetapi hari ini harus mengalah pada sopir pribadinya. Tarjo menghubungi oma Hanum, sehingga harus mati-matian menghindari cucunya. Demi tidak diintrogasi mengenai diri nyonya majikannya. “Maaf, Pak. Saya tidak berani mendahului oma.” Begitu Tarjo beralasan setelah duduk di belakang kemudi. “Ya sudahlah. Sekarang buruan jalan. Biar bisa cepat sampai,” ucap Davin akhirnya mengalah. Tarjo menjadi lega. Kali ini diluar kebiasaan Davin, karena majikannya itu tidak lagi memaksa. Mungkin memang benar bahwa Zara lebih penting sehingga menjadikannya sebagai prioritas utama. Setelah melewati drama berjalan kaki melewati jalan berlumpur akibat longsor, ditambah lagi melewati jembatan darurat karena jembatan yang terputus, akhirnya Davin berhasil sampai di panti asuhan. Tarjo tert

