Tiba waktunya untuk Tasya menggapai cita-citanya. Sejak kecil, dia memang menginginkan untuk lulus kuliah dengan cepat dan bisa meraih lulusan terbaik di Universitasnya. Dan inilah, cita-cita dan impiannya sudah menjadi kenyataan.
Impian untuk menjadi lulusan terbaik dengan nilai IPK tertinggi, kini sudah ia raih. Dengan nilai IPK 3,59.
Saat ini, dirinya sedang berdiri di hadapan banyak orang. Para wisudawan dan wisudawati, para orang tua, dosen-dosen, dan masih banyak lagi. Toga yang berada di kepalanya sangat pantas sekali berada disana. Dia tersenyum dibalik niqob nya.
Dia berdiri dengan sebuah mik di genggamannya,
"Bissmillah ... Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ..." sapanya sambil mengatur nafasnya. Perasaannya campur aduk, bahagia, senang sekaligus sedih itu ada. Semua yang ada di ruangan ini pun menjawab salamnya kompak.
"Alhamdulillah, puji syukur kehadiran Allah Subhanallahu Wata’ala yang mana Dia yang telah memberikan kita semua sehat wal 'afiat dan nikmat sehat jasmani dan rohani," ada jeda sedikit, dia membuang nafas gerogi nya. " Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua saya, Ayah dan Bunda saya-lah yang mendidik saya hingga sampai berada di panggung mewah ini, tanpa mereka, saya mungkin tidak bisa berada disini. Dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada dewan-dewan penguji, dosen-dosen yang telah mengajarkan kami banyak hal terutama kepada dosen pembimbing saya, terima kasih pak, atas bimbingannya selama ini,
Untuk rekan-rekan saya, tetap semangat dalam menjalani hidup ini. Jangan merasa memiliki ilmu yang tinggi, tetaplah rendah hati walaupun ilmu kita sudah banyak. Mungkin cukup itu saja yang bisa saya sampaikan. Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..." katanya diakhiri salam penutup. Tasya bernafas lega, akhirnya dia bisa bicara didepan khalayak ramai.
Kemudian Tasya menghampiri kedua orang tuanya dan sahabatnya.
"Ayah, Bunda ..." katanya sambil memeluk Raihan dan Maira. Dia sangat bahagia, ketika impiannya sudah menjadi kenyataan ini adalah nikmat Allah yang harus dia syukuri. Belum lagi, nanti dia akan mengambil beasiswa di Al Azhar, Kairo, Mesir.
"Selamat yah sayang, Bunda tidak menyangka anak bunda bisa camlaude, Bunda bangga ... banget sama kamu," kata Maira sambil memegang kedua pipi Tasya.
"Terima kasih Bunda, ini juga berkat doa dan didikan kalian," ucap Tasya sembari tersenyum dibalik niqob nya.
"Selamat yah Sayang," kata Raihan mengelus kepala yang tertutupi jilbab.
"Terima kasih Ayah ..."
Kemudian Kayla mengucapkan selamat atas wisuda sahabatnya itu.
"Sya! Selamat yah... Maasyaa Allah, Aku ditinggal wisuda, masa?" ujar Kayla dengan nada bahagianya.
"Hehe ... Terima Kasih Kayla Assadiyah Zahra. Nanti kamu juga bakalan wisuda kok," ucap Tasya sembari tertawa dibalik niqob nya.
***
Sesampainya di rumah, Tasya dan keluarga beristirahat di ruang keluarga. Di sana sudah ada Aidar yang sedang menonton televisi.
"Idar, kenapa kamu tidak datang di acara wisuda kakak?" tanya Tasya yang sudah mengganti bajunya dengan baju gamis rumahan tanpa mengenakan niqob nya.
"Tadi Idar ada rapat osis kak, masa Idar tidak hadir, kan Idar ketuanya," kata Idar. Memang benar, tadi di sekolahnya sedang mengadakan rapat osis. Kebetulan dia menjadi ketuanya.
"Ya udah, gapapa deh," kata Tasya pasrah.
Sebenarnya, dia juga menginginkan adiknya itu datang ke acara wisudanya, namun karena dia memiliki kesibukan, Tasya mengerti adiknya itu.
"Ayah, Bunda, sebelum Tasya ke Kairo nanti, Tasya ingin mengajak Ayah, Bunda dan Idar ke Malaysia, mau tidak?" tanya Tasya. Ya, Tasya sangat ingin sekali pergi ke Malaysia. Kota yang jumlah penduduknya 30.697.000 jiwa pada tahun 2015. Mungkin saat ini jumlahnya bertambah. Negara yang menggunakan bahasa melayu ini, adalah negara yang sangat Tasya impikan akan kesana. Negara Upin dan Ipin memang sangat terkenal, apalagi dengan wisata-wisata yang berada disana. Sangat menarik. Terutama wisata Museum Kesenian Islam. Disana adalah tempat untuk belajar agama Islam akan lebih menarik jika ditemani pemandu yang tepat.
"Wahh! Boleh tuh kak, Idar juga pengen lihat upin ipin di Malaysia!" kata Idar dengan antusias.
"Iya udah, Bunda sama Ayah ikut aja, sekalian liburan keluarga juga kan," kata Maira yang sedang duduk di samping Raihan.
"Oke Bunda! Nanti Aku pesan tiketnya yah," kata Tasya sembari tersenyum.
***
Dua hari yang lalu, Tasya dan keluarga membicarakan liburan ke Malaysia. Dan hari ini, mereka sudah berada di bandara. Menunggu pesawat yang dia tumpangi take off.
Your attention please, passengers of Garuda Indonesia on flight number GA328 to Malaysia please boarding from door A12, Thank you.
(Perhatian, para penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA328 tujuan Malaysia dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu A12.)
Kini, mereka memasuki pesawat melalui pintu A12 yang sudah diberitahukan.
"Ladies and Gentlemen, the Captain has turned on the “Fasten Seat Belt” sign. If you haven’t already done so, please stow your carry-on lugage underneath the seat in front of you or in an overhead bin. Please take your seat and fasten your seat belt. And also make sure your seat back and folding trays are in their full upright position.
If you are seated next to an emergency exit, please read carefully the special instructions card located by your seat. If you do not wish to perform the functions described in the event of an emergency, please ask a flight attendant to reseat you.
We remind you that this is a non-smoking flight. Smoking is prohibited on the entire aircraft, including the lavatories. Tampering with, disabling or destroying the lavatory smoke detectors is prohibited by law.
If you have any questions about our flight today, please don’t hesitate to ask one of our flight attendants, Thank’s you."
Suara announcement di dalam pesawat yang memperingati untuk memasang sabuk pengaman.
Selama di perjalanan, Tasya duduk di samping Aidar, sedangkan Bunda dan Ayah berada di kursi depannya. Sesekali dia melihat pemandangan dari jendela. Sangat indah.
Maka nikmat tuhan yang manakah yang kamu dustakan?
Selama satu jam lebih perjalanan, hingga akhirnya mereka telah sampai di bandara Kuala Lumpur Sultan Abdul Aziz Shah. Kemudian, mereka membawa koper untuk menuju hotel.
Hotel Seri Malaysia ini berada di jalan mayang pasir 2, Bandar Bayan baru, bayan lepas, pulau pinang, Penang, Malaysia.
Mereka memesan tiga kamar. Tasya saat ini sedang membereskan pakaiannya. Di sini dia akan liburan selama tiga hari. Impiannya sudah tercapai untuk pergi ke negara upin ipin ini.
Melihat pemandangan dari dalam hotel, sangatlah indah dan menakjubkan bagi Tasya.
Ya Allah ... Aku hanya wanita biasa. Wanita yang penuh dengan dosa. Sudah berapa banyak dosa yang aku perbuat. Namun, Allah begitu sangat baiknya padaku, hingga dia menutupi segala aib-aibku.
Aku akan selalu mengingat-Mu, Aku ingin selalu berada di jalan-Mu. Berikan Aku jalan kemudahan untuk menggapai surga-Mu. Agar kelak Aku bisa menjadi wanita yang selalu di rindui surga-Mu.
Maafkan masa lalu kelamku, maafkan semua yang pernah Aku lakukan.
Kini, Aku hanya ingin fokus untuk memperbaiki diri kepada-Mu, Ya Rabbi ...
Di balik niqob nya, dia tersenyum kala mengingat betapa maha baiknya Allah, karena telah mengizinkan dirinya untuk memperbaiki diri.
***