Mobil hitam keluaran terbaru itu meluncur mulus keluar dari area parkiran kantor Maheswara Crop. Suasana di dalamnya begitu senyap hingga jarum jam di pergelangan tangan Raden Arya terasa seperti satu-satunya suara yang berani berdetak. Raden Ayu duduk di kursi penumpang depan, menatap keluar jendela dengan wajah datar. Matanya menangkap bayangan gedung-gedung tinggi yang berlarian mundur, tapi pikirannya sibuk pada satu nama—Sekar. Wanita itu. Sumber setiap tatapan jijik yang tadi ditahan mati-matian di ruang kerja suaminya. “Tidak ada yang kamu mau bicarakan?” suara Arya memecah keheningan dengan nada dingin dan berat. Ayu tak menoleh. “Untuk apa?” jawabnya pendek. Arya mengalihkan pandangan sejenak dari jalan, menatap wajah istrinya yang tampak menahan diri. “Kau selalu begini. Ding

