Kamar itu dipenuhi cahaya sore yang lembut. Pancaran sinar berwarna orange dari biasan cahaya luar. Memberi kehangatan pada salah satu kamar di pendopo Emir. Biasan itu juga menerpa wara hijau emerald yang saat ini mendominasi di antara tubuh dua manusia yang ada. Warna mewah yang tampak bertambah mewah. Raden Ayu berdiri di depan cermin besar, kebaya hijau emerald itu membingkai tubuhnya dengan anggun. Potongannya sederhana namun berkelas, payet halus berkilau mengikuti garis bahu hingga pinggang. Perutnya masih rata—kehamilan itu masih terlalu kecil untuk mengubah siluetnya, seolah semesta memberi waktu agar Ayu menikmati fase ini tanpa beban. Di belakangnya, Linggar berdiri dengan beskap senada. Hijau emerald yang sama, dipadu kain jarik gelap dan blangkon yang terpasang rapi. Aura t

