17

2397 Words

"Ini perkiraan dana yang bisa kau siapkan." Davion memberikan selembar kertas. Berikut dengan rincian yang masih masuk dalam dugaan. Saat Rail membacanya dalam diam, dan Ken menjelaskan selaku pemilik tender. "Hm, ini yang termurah atau termahal?" "Mungkin di antara keduanya?" Davion menggeleng. "Aku sendiri tidak yakin." Ken menjelaskan saat atensi Rail berpindah ke arahnya. "Sebenarnya aku memberikan proposal pada tiga bank swasta dalam negeri. Karena ini proyek besar, aku tidak bisa menarik hati bank lokal karena mereka juga sedang berantakan. Aku berjanji akan membungkam media karena menggunakan dana asing." Rail mendengus menahan tawa. "Kau memikirkannya sampai serinci itu? Santai saja. Untuk masalah ini aku bisa mengaturnya." "Ini sudah tugasku," sahut Ken masam. Dan Rail kemb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD