16

1191 Words

"Nona Amara butuh sesuatu?" Amara menggeleng dari bukunya saat atensinya berakhir pada Elana yang terjaga, membersihkan gelas di atas meja dan menyusunnya ke dalam rak. Saat mata mereka bertemu, dan Amara bergegas menutup buku bacaannya dengan raut lelah. "Kenapa belum tidur, Elana?" Elana menggeleng dengan pandangan bingung. "Aku sendiri juga tidak tahu," akunya polos. Amara menghela napas. Bangun dari sofanya dan berjalan mendekati Elana yang masih menyusun gelas pada rak. "Nona Amara baik-baik saja?" Amara mengangguk. "Kenapa?" "Tidak ada. Ini pertama kalinya kembali lebih cepat dan aku pikir sesuatu terjadi di rumah sakit," sahutnya dan Amara menipiskan bibir. "Tidak. Aku pergi ke rumah seseorang." "Tuan Rail?" Amara menatap Elana dalam satu pandangan lamat. "Bukan dia." Ela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD