15

2338 Words

"Jangan terlalu kencang mengayuh sepedanya!" Saat Amara turun, pemandangan anak-anak yang riuh bermain bersama satu sama lain menjadi objek nyata bergerak yang ada di depan mata. Ketika mereka bermain dengan dunia masa kanak-kanaknya sendiri. Seperti layangan yang terbang bebas, lalu pada deretan sepeda aneka warna yang mencolok mata. Perkampungan yang berada di pinggir kota ini seperti menepi. Saat Amara terbiasa melihat pemandangan mewah dan mahal termasuk perumahan tempat tinggalnya sendiri. Ada kehidupan lain yang berusaha mengasingkan diri. Atau memang mereka sengaja disingkirkan dalam bentuk lain? Entahlah. "Mobilnya bagus sekali," puji salah satunya. Memegang Lexus hitam pada bagian belakang dan plat berulang kali. Lalu menatap telapak tangannya sendiri dan tersenyum lebar. Saa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD