Udara yang berembus dingin bersamaan dengan sosok yang mulai menjauh dari jangkauan mata menyentak alam bawah sadarnya. Davion menarik napas. Menunduk menatap gambar tangannya sendiri. Saat dia duduk di sini untuk menunggu Davina karena Ren pergi untuk mencari makan malam. Davion berniat membelikan, namun kekasih Davina menolak. Berdalih dia punya selera sendiri dan Davion tidak bisa berdebat. Davion bangun dari kursi. Memandang sekitarnya yang sepi ketika dia melangkah. Memapaki lantai yang dingin, mendapati dirinya berdiri di ambang pintu masuk. Berpijak pada lantai teras, memindai sekitar dengan ekspresi bingung. Napasnya berembus berat. Davion meremas kertasnya sendiri dalam diam. Ketika hanya suara jangkrik yang berasal dari semak belukar yang menyapa, bibirnya tanpa sadar mendesis.

