11

1144 Words

"Kalian punya waktu setengah jam lagi sebelum membubarkan diri. Pastikan saja semua aman pada tempatnya. Kita bisa membahas ini besok siang selepas istirahat." "Baik. Terima kasih banyak, Nona Amara." Semua orang bergantian membungkuk. Saat Amara mengangguk, memundurkan kursi kebesarannya. Menarik napas dalam, memijit pelipisnya yang berdenyut lemah lalu memejamkan mata. Ana mengetuk pintu. Gadis itu belum kembali dan masih setia menemaninya. Kalau-kalau dirinya butuh bantuan dan Ana tidak ada di sana, dia juga kesulitan. "Ini dokumen yang Anda butuhkan," Ana menghampiri Amara yang tengah menatapnya datar. Saat sang atasan mengangguk, membiarkan Ana membuka map itu dan Amara kembali mendekat. Membaca tulisan dalam diam. "Nona Amara butuh sesuatu?" Kepala itu menggeleng. "Sepuluh men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD