Sinar mentari pagi yang masuk melalui celah' jendela ruang tamu membangunkan Selim. Entah jam berapa baru ia tidur karena semalam ia mabuk. Ia pun tidak sadar bahwa selama beberapa jam yang lalu ia tertidur dengan posisi duduk di lantai dengan kepala tertelungkup di atas meja kecil. "Astaga! Pantas saja badanku terasa sakit sekali!" keluhnya. Matanya mengerjap beberapa kali untuk mengembalikan kesadarannya. Ia melirik botol wine yang sudah kosong, belum lagi beberapa barang yang sudah tidak berada di tempatnya. Mungkin saja semalam ia melemparnya ke sembarang arah. Ia bangun dari posisinya, membawa botol wine kosong beserta sampah lainnya lalu membuangnya ke tempat sampah. Ia perlu air dingin agar kesadarannya benar-benar pulih. Setelah mandi dan berpakaian, Selim mengambil dompet dan

