Jika masih bisa berharap

2556 Words

"Ardi!"   Seperti ada bunyi—tanda peringatan dari otaknya setelah mendengar suara Reika barusan, Ardi dengan cepat menyambar pergelangan tangan Sydney dan langsung mematikan kompor.   Dan yang hanya Ardi pikirkan saat ini adalah membawa Sydney ke dalam kamarnya yang memang lebih dekat dari dapur. Tentu saja Reika adalah satu dari sekian banyak orang terdekat Ardi yang belum mengetahui tentang kehadiran Sydney.   Ardi menyadari bahwa kunci kamarnya tidak ada di pintu, ia berdecak dan langsung beralih masuk ke dalam kamar mandi. Menutup pintu itu rapat-rapat. Reika pasti tidak akan masuk ke dalam sini.   "Ar—"   "Ssttt." Ardi meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya, mengisyaratkan Sydney agar tetap diam. Berbanding balik dengan detakan jantungnya yang masih saja berdegup cepa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD