Tertinggalnya satu harapan

2280 Words

"Ardi!"   Elara sudah terlihat geram melihat Ardi yang hanya diam saja. Terlihat sedang berpikir—memilih sesuatu agar tidak merugikan laki-laki itu ke depannya.   Oke, siapapun tahu bahwa memilih sesuatu di antara dua hal yang kita ingini itu membutuhkan waktu. Apalagi sesuatu yang sulit untuk diabaikan begitu saja.   Namun, apakah saat kedua-duanya sama-sama menguntungkan dan kita memilihnya dengan asal—tanpa keinginan hati, bisa membuat kita sekiranya... senang?   Ardi harus pilih yang mana?   Ardi harus menyingkirkan yang mana?   Dan dengan tangan yang berada di dagunya kini, Ardi meloloskan napas pasrah. "Iya-iya, gue beli rumah aja," katanya. Pilihan yang menarik juga.   Tidak merugikan Elara terlalu banyak.   Kurang baik apa Ardi, ia juga memikirkan Elara di antara pi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD