"Lagi nunggu Elara ya, Kak?" Litha melihat kini Ardi mengalihkan pandangannya dari buku—Litha tidak tahu pasti tetapi, sepertinya biografi—ber-cover wajah presiden Indonesia pertama yang sedang laki-laki itu baca. Ardi menutup bukunya perlahan. Tebakannya benar. Talitha. Sebagai jawaban, Ardi mengangguk dua kali dan memasukkan kembali buku yang dua hari lalu ia pinjam di Perpustakaan ke dalam tas. Di parkiran sekolah sore ini hanya beberapa kendaraan saja yang terlihat. Litha bersandar pada mobilnya yang berada di samping motor Ardi. Mereka berhadap-hadapan sekarang. "Gue liat sih tadi Elara masih di ruang guru." Litha kembali membuka suaranya saat dilihatnya kini Ardi memainkan ponselnya. Mengabaikan kehadirannya sepenuhnya. Seraya mengetikkan pesan singkat, Ar

