"Kecilin, Za!" teriak Dimas dengan kedua mata yang fokus ke layar ponsel. Jari-jarinya bergerak dengan lincah, bisa dipastikan laki-laki yang bebaring di sofa itu sedang memainkan game. Jayalah negeriku bangkitlah bangsaku... Angkatlah panjimu... "Anjir iklan paporit gua!" Reza saat ini berada persis di depan TV dengan kedua tangan yang terangkat dan digerakkan ke kanan lalu kiri. Laki-laki itu mengeluarkan suaranya juga untuk ikut bernyanyi. Satukan mimpimu.. Yang tak akan padam menggapai cita... Adil dan makmur sejahtera indonesia... "Kecilin, njir!" Suara Dimas terdengar lagi. Reza malah semakin mengeraskan suaranya. "Kesukaan gue ini, pengen ngapalin juga gue liriknya." Sebenarnya lagu yang diciptakan oleh Liliana Tanoesoedibjo itu sudah ia hapal di luar kepala.

