MH 19

1448 Words

** Berulang kali Moody mendengkus, mengembuskan napasnya, berharap dia bisa merasa lega walau sedikit. Dia masih merasa belum tenang. Masih ada ganjalan dan banyak yang dipikirkannya. Ini soal Adit. Padahal menuju hari pertunangannya tinggal puluhan jam lagi. Memejam sekali lagi, tapi matanya tak mau diajak kompromi. Hatinya berkedut nyeri. Melirik ponselnya sekali lagi. Menatap layarnya yang lalu ia geser dan meng-klik riwayat panggilan di chatt w******p-nya. Tak satupun ada panggilan dari sosok itu. Adit. Bahkan kini dia tak bisa menghubunginya. Adit seolah di telan bumi. Tak ada kabar. Bertanya pada Kania pun percuma. Gadis itu, sahabatnya sungguh tak tahu menahu di mana keberadaan Adit. Maunya Moody, ia selesaikan semua perkaranya dengan cowok itu. Moody mau Adit paham posisi dan ko

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD