MH 29

1217 Words

Bab 29 * "Aku suka anak-anak, Dwi. Makanya aku pengen banget kita cepet merit dan impianku bangun panti terealisasi," begitu kata Retha tiap kali menyatakan impiannya tentang memiliki sebuah panti asuhan. "Kamu mau punya anak sama aku?" tanya Dwika. "Ya iyalah, emangnya aku bisa hamil sendiri? Aku 'kan bukan Siti Maryam," dengkusan kesal Retha membuat Dwika tergelitik untuk terus menggoda gadis itu. "Ya udah, ayo kita kolaborasi bikin baby..." "Idih bahasanya tolong jaga ya Pak! Bikin, bikin. Halalin dulu dong," bibirnya mengerucut. Dwika tahu Retha bukan sedang menggodanya, tapi dia tergoda untuk menyesap bibir ranum itu sekejap saja. Pagutan hangat dan lembut di antara keduanya menjadi sensasi tersendiri. Dwika melepas tautannya,"Bisa khilaf kalo lama-lama..." Retha tersenyu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD