MH 45

1380 Words

* "Setahuku Puri itu suka sama Kak Dwika," cetus Moody begitu mereka menikmati sarapan. "Masih aja dibahas, padahal udah berapa hari lalu loh. Aku nggak peduli sebenarnya dia mau suka atau nggak. Tapi berhubung dia udah kelewatan yang malah nanti bikin hubungan kita rusuh, aku akan minta dia resign." Dwika menandaskan minumannya. Moo mengernyit,"Ngeri banget sih, Pak! Kasian dong, ya... kasih semacam SP satu apa dua gitu." Dwika merotasi matanya,"Aku kalo udah nggak nyaman mending milih udahan." "Tapi aku nggak enak sama Kak Ega," sahut Moody. "Ega nggak ada hubungannya oke? Jadi berhenti mikir yang nggak-nggak," tegasnya. "Iya," Moody cemberut. Dwika mengembuskan napasnya lalu mendekat, meraih tangan Moody sambil menatapnya lurus. "Moo, aku tahu belum pulih dari amnesiaku.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD