Bincang-Bincang Bersin

1467 Words

Diana P.O.V Pagi itu Jakarta terasa lebih dingin dari biasanya. Awan abu-abu menggantung di langit, seolah menebar firasat. Namun aku bangun seperti biasa. Jasmine masih terlelap di pelukan Mbok ketika aku bersiap ke kantor. Aku mengenakan setelan formal berwarna navy dengan blouse putih yang kutautkan bros kecil berbentuk mawar pemberian mama dulu. Setelah memastikan Jasmine nyaman dan memberi kecupan di keningnya, aku melangkah keluar dari apartemen, membawa semangat yang semalam nyaris hancur karena satu nama, Justin Markham. Tapi pagi ini aku ingin menyingkirkan segala keraguan itu dulu. Aku ingin menjadi Diana yang dikenal orang. Tegas, profesional, dan tak pernah tunduk pada permainan. Begitu tiba di kantor Nasution Law Firm, Adi langsung menghampiriku sambil membawa kotak kecil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD