HARI YANG BAIK UNTUK TERBANGUN

1713 Words

“Bagaimana kondisinya?” tanya Gavin ketika dokter datang untuk mengecek keadaan Bilven. Jam menunjukkan pukul empat Subuh. “Demamnya sudah turun. Sepertinya sebentar lagi dia sadar. Mudah-mudahan siang nanti sudah lebih baik kondisinya.” Gavin mengangguk dan mengelus pipi Bilven. Napas Bilven sudah lebih teratur sekarang. Seperti kata dokter, keningnya sudah tidak panas lagi. Tidurnya juga sudah lebih tenang. “Sebaiknya Tuan beristirahat. Semalaman Tuan tidak tidur karena menjaga Nona,” kata Kiro sambil menyentuh bahu Gavin. “Biar saya dan para pelayan yang menjaga Nona. Nanti kalau Nona sudah sadar, Tuan kami bangunkan.” Gavin menggeleng. Dia masih duduk di kursi dengan tangan yang selalu menggenggam jemari Bilven. Seolah ingin mengambil semua rasa sakit yang Bilven rasakan. Biar dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD