Chapter 2
"Hoamm" Bian terbangun mengucek katanya menatap Nessa yang sedang tertidur dengan arah tidur yang tidak nyaman, Bian langsung berdiri dan menggendong Nessa menuju kamar pribadi mereka berdua.
Sesampainya di dalam kamar Bian pun langsung menurunkan Nessa menuju kasur dengan perlahan lahan untuk tidak membangunkan Nessa yang sedang tertidur sangat pulas Bian menatap Nessa sambil mengelus rambut Nessa dengan mengembangkan senyum manis yang tidak pernah Bian tunjukan ke orang lain manapun.
Bian berdiri menuju ke kasur membaringkan badan nya di samping Nessa, Bian pun ikut tertidur sambil memeluk Nessa dengan erat.
________
Beberapa jam kemudian Nessa terbangun menatap sekitar dengan tatapan bingung.
"Bukan nya tadi aku sedang berada di sofa ruang tamu ya, ko sekarang ada di kamar" batin Nessa menatap bingung sekitar, seketika Nessa menatap ke samping nya dirinya melihat Bian sedang tertidur pulas Nessa pun menatap Bian.
"Ternyata bayi besar ku yang pindahin aku ke kasur" batin Nessa mengembangkan senyum manis nya mengecup pipi Bian.
Nessa bangun dari kasur menuju dapur membuat sarapan untuk malam hari, Nessa yang sedang fokus membuat sarapan pun tidak menyadari kalau Bian sudah bangun dari tidur indah nya yang langsung memeluk Nessa dari belakang.
Seketika membuat Nessa kaget, "Bian ihh bikin aku kaget aja" gerutu Nessa menghadap menatap Bian, Bian yang di tatap pun hanya mengembangkan cengiran nya, "Hehehe maafin Bian deh, kan tadi sebenarnya Bian mau surprised Nessa eh malah kamu kaget" Ucap Bian yang masih mengembangkan cengiran nya.
"Yaudah Bian duduk di meja makan aja".
"Ga ahh Bian mau nemenin Nessa aja yang lagi masak".
"Bian Sayang duduk aja yaa, ini sebentar lagi udah selesai ko" bujuk Nessa, mau ga mau Bian pun menuruti ucapan Nessa, Nessa yang melihat Bian menuruti ucapan nya pun tersenuum kecil dan kembali memasak.
Bian menatap Nessa yang kembali memfokuskan dirinya untuk memasak, Bian menatap Nessa dengan tatapan yang dalam sampai sampai tidak menyadari kalau Nessa sudah selesai memasak dan menatap Bian dengan bingung, "Bian ko bengong?" tanya Nessa menatap Bian bingung, Bian tersadar dari kebengongan yang sedari tadi menatap Nessa.
"Eh- engga ko sayang hehehe" Nessa mengganggukan kepalanya menyahutin jawaban dari Bian yang tadi terbengong, "Yaudah kita makan dulu yu Bian kan belum makan dari siang" Ucap Nessa yang memberikan nasi ke dalam piring makanan Bian.
"Sayang suapin" rengek Bian, Nessa tersenyum dan langsung menyuapi bayi besar nya.
"Makanan nya enak banget, pokoknya lebih enak dari pada makanan restoran deh" Ucap Bian memuji masakan Nessa sambil memberikan kedua jempol nya membuat Nessa tertawa mendengar ucapan dari Bian yang menurut dirinya sangat berlebihan.
"Bisa aja sih kamu bikin" ucap Nessa yang maish menyuapi bayi besar nya.
"Beneran tau masakan Nessa lebih enak dari pada masakan masakan restoran".
"Iya dehh percaya" Nessa tersenyum mendengar pujian berlebihan dari Bian tunangan nya.
"Yeyy makanan Bian udah habis" Bian dengan bertepuk tangan, "Kalau gitu sekarang Bian cuci muka, gosok gigi Okee" ucap Nessa menyuruh Bian untuk membersihkan diri.
"Mau nya di gosokin gigi sama kamu" Nessa yang sudah tau pun hanya mengangguk, berdiri membawa Bian ke dalam kamar mandi.
"Bukaa mulut kamu Sayang".
"Aaaaaa" Bian pun membuka mulutnya lebar lebar, Nessa pun langsung memasukan gosok gigi yang udah di taro odol, memasuki mulut Bara dan langsung menggosokan semua bagian bagian gigi yang berada di mulut Bian.
"Kumur kumur sayang terus di buang lakuin sampai tiga kali" Ucap Nessa di angguki Bian, Bian melakukan perintah dari Nessa.
Setelah Nessa membantu Bina menggosokan gigi nya pun, membantu kembali mencuci muka Bian dengan elusan elusan lembut selesai Nessa mencuci muka Bian.
"Sekarang Bian tidur yaa, besok kan berangkat ke kantor" Bian hanya mengangguk dengan tatapan ngantuk, membuat Nessa gemas yang langsung mencubit pipi Bian, Bian yang merasakan sakit pun mengadu kesakitan.
"Aww sayang ih ko di cubit si, sakit tau" Bian yang langsung mengelus pipi nya sendiri, Nessa hanya bisa menyengir.
"Kamu nya si gemesin banget rasanya pengen cubit teurs".
"Ihh sayang jangan dong nanti pipi aku melar loh" Bian memanyunkan bibir nya.
"Gapapa biar kamu ga ada yang suka".
"Ciee cemburu ya cewe cewe liatin aku" Bian menggoda Nessa sambil menoel noel pipi Nessa yang sudah memerah.
"Eh- engga ko, siapa juga yang cemburu, aku ga cemburu ya sama cewe cewe murahan kaya mereka ga selevel" Ucap Nessa sambil mengerjakan tangan kanan nya maju mundur.
"Hahahahaa iyaa deh kamu ga selevel sama mereka".
"Iyaa lah kan aku lebih banyak unggul nya dari pada cewe cewe matre kaya mereka.