Hari menjelang malam, akhirnya Bian dan Nessa pun memutuskan untuk pulang sebelum pulang mereka mampir di restoran terdekat untuk mengisi perut mereka.
"Pak kita mampir di restoran biasa dulu ya".
"Baik Non".
Sesampainya di parkiran restoran, Bian dan Nessa turun dari mobil berjalan bergandengan tangan menuju dalam restoran.
Bian terus merengek ingin langsung pulang, tapi di tolak oleh Nessa.
"Sayang kita harus makan dulu soalnya kan tadi kita belum makan" Nessa sambil mengelus kepala Bian.
Bian membangunkan bibir nya "Tapi Bian ga laper, aku mau nenen sama kamu ih" gerutu Bian kesal yang masih memanyunkan bibir nya "Sayang" peringat Nessa menatap Bian dengan sedikit tajam, membuat Bian menciut dan menuruti keinginan Nessa.
"Kamu mau pesen apa?" Nessa menatap Bian memberikan menu menu makanan dan minuman "Seterah kamu aja" ucap Bian sekena nya yang langsung menaruhkan kepala Bian ke pundak Nessa.
Nessa hanya bisa geleng geleng kepala, "Kamu minuman nya mau yang mana?" tanya Nessa menatap Bian "Watermelon" Nessa mengangguk kecil, waiters pun datang.
"Mau pesen apa Nona?"
"Makanan nya Steak dua, minuman nya watermelon dua"
"Baik Nona mohon di tunggu" Nessa pun mengangguk kecil sambil tersenyum waiters yang melayani Nessa dan Bian pun langsung pergi tinggalah Nessa dan Bian.
Nessa yang sedang diam, sedangkan Bian sedang menaruh kepala berharga nya di pundak Nessa, Bian merasa lebih tenang kalau sudah berada di dekat Nessa.
Beberapa menit kemudian makanan pesenan mereka pun datang.
"Selamat menikmati" Waiters pun langsung pergi.
"Di habisin ya sayang".
"Suapin" Rengek Bian sambil mengendus endus leher Nessa yang menjadi candu bagi Bian, Nessa mengangguk mengiyakan permintaan dari bayi besar nya.
"Tapi selesai aku makan dulu yaa sayang" Bian hanya menganggukan kepala nya yang masih betah mengendus endus leher Nessa, Nessa pun memakan makanan duluan.
"Sekarang giliran kamu yang makan" Nessa sambil memotong steak, "Sekarang buka mulut kamu sayang" Bian langsung Membuka mulut nya, Nessa tersenuum "Enak kan" ujar Nessa sambil tersenuum menatap wajah Bian yang sedang mengunyah seperti bayi, "Makin enak soalnya di suapin sm kamu" ujar Bian jujur membuat Nessa memerah di kedua pipi nya, "Ah engga ko" elak Nessa menyembunyikan kegugupan yang sedang di landa Nessa "Aaaa lagi" Bian pun membuka mulut nya setelah suapan sekian kali nya.
Hampir setengah jam Nessa menyuapi Bian dengan penuh kesabaran yang ekstra.
"Waiters"
"Iyaa tuan"
"Saya mau bayar"
"Ini tuan bill nya" Waiters restoran itu memberikan bill yang harus di bayar oleh Bian, setelah pembayatan selesai akhirnya Bian dan Nessa pun bergegas keluar dari ruangan restoran tersebut.
"Nessa" tiba tiba saja ada yang berteriak memanggil nama Nessa, tentu sjaa Nessa yang nama nya di panggil pun langsung menengok ke arah suara tersebut, Nessa kaget melihat sahabat lama nya berada di kota dia tinggal saat ini, laki laki tersebut tersenyum berlari kecil menghampiri Nessa, sedangkan Bian sudah memasang wajah menahan amarah menatap laki laki yang Bian tak kenal memanggil nama tunangan nya dengan senyum menjijikan menurut Bian.
"Lah lo ngapain di sini lix" kaget Nessa setelah laki laki tersebut yang bernama Felix.
"Gua lagi mau adain meeting di daerah sini, lo sendiri di sini ngapain?" ujar Felix menatap Nessa yang masih mengembangkan senyum lebar, Bian melihat tingkah laku laki laki yang mengaku sahabat lama tunangan nya pun merasa curiga.
"Owh, gua baru selesai makan sama tunangan gua" Membuat senyum Felix pudar seketika.
"Kenalin lix tunangan gua nama nya Brian Alexander Wilson" Nessa memperkenalkan Bian terhadap Felix Hal itu membuat Bian merasa lebih tenang karna Nessa terang terangan mengakui kalau Bian adalah tunangan Nessa, sedangkan Felix memandang Nessa dengan pandangan yang tak Bian mengerti.
"Brian Alexander Wilson saya tunangan Nessa" Bian memperkenalkan diri memberikan tanda perkenalan nya dan lebih menegaskan lagi kalau Bian adalah tunangan Nessa, dan Bian adalah masa depan untuk Nessa, jadi jangan berharap.