Lif pun berbunyi menandakan sudah sampai di pantai paling atas khusus ruangan pemimpin perusahaan.
Bian dan Nessa pun berjalan berdua bergandengan tangan menuju ruangan Bian, sesampai nya di dalam ruangan yang sangat luas dan lebar di penuh I dengan peralatan peralatan mewah tentu saja di tambah dengan ruangan khusus kamar tidur.
"Aku kerja dulu yaa, kamu di sini aja jangan keluar keluar sendiri sampai aku selesai meeting" Bian sambil mengelus kepala Nessa dengan lembut, Nessa mengangguk kecil, setelah itu Bian keluar dari ruangan ceo dan langsung berjalan menuju ruang meeting.
Di dalam ruangan ceo Nessa duduk di sofa sambil memainkan handpone nya, Nessa sedang membuka aplikasi i********: melihat lihat cogan cogan lewat online, Nessa tertawa cekikikan melihat vidio vidio lucu dan foto foto cowo cowo tampan.
Hampir tiga jam lebih akhirnya Bian berjalan menuju ruangan ceo menemui Nessa yang sedari tadi menunggu di dalam ruangan nya, Bian masuk melihat Nessa sedang tertidur pulas di sofa.
Bian tersenyum berjalan mendekati Nessa, Bian mengelus pipi Nessa dengan lembut dan rasa cinta yang di miliki Bian untuk Nessa.
"Kamu tidur tambah cantik sayang" puji Bian masih dengan mengelus pipi Nessa sambil tersenyum, "Sampai sampai aku ga bisa berpaling ke wanita lain, kamu membuat aku jatuh ke dalam pesona mu sayang membuat aku sangat takut kehilangan mu" lanjut Bian lagi.
Biqn mengangkat Nessa menuju kamar pribadi yang berada di ruangan ceo, Bian langsung menurunkan Nessa ke atas kasur dengan perlahan lahan.
"Maaf karna aku kamu jadi ketidurann" Bian mencium bibir berwarna marun yang di miliki Nessa, Bian keluar dari kamar pribadi di ruangan dirinya meninggalkan Nessa yang sedang tertidur, Bian melanjutkan bekerja menandatangani semua berkas berkas yang sangat penting.
Beberapa jam kemudian akhirnya berkas berkas yang harus di tandatangani oleh Bian akhirnya selesai, Bian berjalan menuju kamar pribadi yang sedang di tempati oleh Nessa.
Bian naik ke atas kasur dan berbaring di samping Nessa sambil memeluk eratt Nessa, kepala Bian menaruh di dalam ceruk leher Nessa yang sangat harum menurut Bian.
Nessa terbangun dari tidur nya, Nessa melihat ke samping, Bian sedang memeluk nya dengan possessive, Nessa tersenyum dan melepas peluk an Bian dengan pelan pelan.
Nessa terduduk di atas kasur menghadap Bian, Nessa terus meneruss menatap Bian pnuh dengan tatapan kagum.
"Kamu sangat tampan sayang" Nessa mengelus pipi Bian "Aku memang tampan sayang ku" seketika Bian membalas nya yang langsung Membuka mata nya, seketika Nessa kaget menjadi salah tingkah.
"Aku memang tampan dari lahir" sombong Bian dengan suara angkuh, Nessa memutarkan kedua bola mata nya jengah.
"Ngomong ngomong sekarang udah jam berapa ya?" tanya Nessa menatap Bian bertanya, Bian melihat ke arah jam tangan rolex yang masih di pakai oleh Bian di tangan nya.
"Jam 3.40 sore" Nessa membulatkan kedua bola mata nya.
"Yaampun berarti aku tidur lama banget dong" beo Nessa, Bian tertawa melihat tatapan polos Nessa.
"Gapapa sayang, ga kan ada yang berani marahin kamu" ujar Bian menenangkan Nessa, Nessa mengganggukan kepalanya, Bian menatap Nessa dengan tatapan ingin me minta sesuatu.
"Sayanggggg" Rengek Bian sambil memeluk Nessa sambil mencium pipi dan melumat bibir marun yang di miliki oleh Nessa.
Nessa yang sudah mengerti arh merengek sang tunangan pun hanya bisa mengangguk kecil sambil tersenyum, Bian melihat jawaban setuju dari Nessa langsung membuka dress yang di pakai oleh Nessa dengan senyum lebar nya.
Setelah itu Bian Membuka tali beha Nessa, dan terpampang lah p******a indah, bulat, dan p****g yang berwarna merah marun yang sangat memabukan untuk Bian, Bian langsung melahap nenen Nessa dengan rakus seperti bayi yang tidak di beri asi oleh ibu nya Bian menggigit p****g nenen Nessa dengan gemes membuat Nessa meringis
"Pelan pelan sayang" Ucap Nessa memberitahu Bian kalau p******a Nessa hanya milik Bian dan tidak akan ada yang beranii untuk mengambil nya dari Bian.