22 wp18

1012 Words

"Pegangin yang kenceng, Bang," kata Rain semangat. "Aarrhh, sialan! Lepas!" geram Regan. Tangan dan kakinya dipegangi oleh kedua adiknya. Rain memaksa untuk membantu memasangkan salep di punggungnya. Anak itu benar-benar suka menyiksa Regan, padahal abangnya sudah menjalani hukuman cambuk untuk menebus dosanya. "Astaga, kalian apa-apaan?! Lepasin Bang Regan sekarang!" amuk Renatha. Ibu hamil itu sudah lelah melihat tingkah kedua anaknya yang suka keterlaluan menyiksa Regan. Ia mengambil alih salep yang Rain pegang, lalu mengoleskannya pada punggung putranya dengan pelan. Setiap kali melihat luka-luka di punggung Regan, hati Renatha terasa tercubit sakit. "Bang, besok kamu ajak Aquila ke butik, ya. Bunda udah siapin gaun buat pernikahan kalian," ucap Renatha sambil beranjak hendak meni

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD