Aquila tengah asyik dengan perutnya yang sudah mulai membuncit. Kini ia berdiri di depan cermin dan mengangkat kaosnya agar perutnya terlihat. Sesekali ia menekan pelan perutnya dengan telunjuk untuk menyapa calon anaknya. Biasanya perutnya akan bergerak saat perutnya sedikit ditekan, dielus juga ada suara. "Cepetan keluar dari perut Mommy ya, Sayang. Nanti kita main bareng, terus kita kerjain Daddy bareng-bareng kalau dia sibuk kerja. Oke?" kata Aquila sambil mengelus perutnya lembut. "Ehem." Aquila membalik badannya, melihat seseorang yang sudah berdiri di ambang pintu dengan baju kantor. Sosok lelaki tampan yang pasti suaminya. Regan tersenyum bahagia melihat Aquila yang semakin cantik. Ia berjalan mendekati istrinya, memeluknya erat guna menyingkirkan rasa rindu karena seharian tid

