32wp23

1164 Words

Regan terus mondar-mandir di depan pintu tempat Aquila diperiksa. Wajahnya begitu khawatir melihat sang istri tiba-tiba tak sadarkan diri. Saking panik dan khawatirnya, ia bahkan tidak kepikiran untuk menelepon siapa pun. Untunglah Revan sudah memberikan kabar pada orang tua mereka. Baru kali ini Regan terlihat begitu khawatir pada seseorang, kecuali Renatha dan kedua adiknya. Revan bisa melihat begitu besar cinta yang dimiliki sang kakak untuk istri dan calon anaknya. "Bang, duduk dulu sini. Do'a buat Aquila sama anak lo," Revan menepuk kursi kosong di sebelahnya. Regan berjalan menuju kursi di sebelah adiknya dengan kepala tertunduk. Melihat beberapa bintik merah pada kulit Aquila, ia sudah tahu jika istrinya mengalami alergi. Yang membuatnya panik saat Aquila tiba-tiba sesak napas dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD