41wp28

1315 Words

Mobil mewah itu bertabrakan dengan mobil di depannya, bersamaan dengan suara petir yang menggelegar. Mobil yang dikendarai Regan berguling ke arah kiri, sedangkan mobil lawan juga berguling dan meledak karena terpental tak kalah keras. Kecelakaan yang terjadi pada dua kendaraan yang sama-sama parah itu juga menumbuhkan kecelakaan beruntun hingga beberapa kendaraan lainnya saling bertabrakan. Hujan yang tadinya lebat kini mulai mereda, seakan tahu ada nyawa yang tengah mengalami kesulitan. "Regaaan!" "Regaaan, buka mata kamuu!" Aquila berusaha membangunkan Regan yang menutup mata, meskipun ia juga merasa sakit pada kepalanya yang terbentur cukup keras. Sambil memeluk putri kecilnya yang tampak baik-baik saja dalam pelukannya. Bayi perempuan yang kini membuka mata indahnya menatap pada A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD