16

1641 Words

3 Minggu berlalu... Aquila menatap lurus ke depan, ia sudah memutuskan untuk benar-benar pergi dari kehidupan Regan meskipun tengah mengandung. Selama tiga minggu ini ia berada di villa di Bogor untuk menenangkan diri. Semalam sebelum kembali ke Jakarta, ia baru mengetahui kehamilannya. Percuma jika nanti memberitahu Regan dan mendapat pertanggungjawaban, jika lelaki itu tak mencintai dirinya. Cinta sepihak akan menghancurkan dua hati dalam suatu pernikahan nantinya. "Aquila, ayo, penerbangan kita sebentar lagi," ajak Andre. Bruukk. Aquila tumbang ketika baru berdiri. Andre segera mengangkat tubuh adiknya ke kamar. Wajah Aquila pucat, tapi tubuhnya tidak demam. Bahkan tadi pagi Aquila baik-baik saja. Tanpa pikir panjang, Andre menelpon sekretarisnya untuk membatalkan penerbangan, dan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD