"Bunda sama Ayah harus ke rumah Aquila sekarang, Regan, mohon jangan biarin Aquila pergi bawa anak Regan. Semua ini salah Regan, nanti Regan akan terima apa pun hukuman yang akan kalian kasih. Tapi tolong bantu Regan buat bisa bertanggung jawab atas Aquila dan anak Regan," pintanya dengan memohon, bahkan matanya sudah mengeluarkan air mata dengan deras. Bara memegang tangan putranya guna memberikan kekuatan. Ia benar-benar tidak bisa melihat putranya sedih, apalagi menangis seperti ini. Kekecewaan pada Regan tidak bisa ia rasakan, tapi ia merasa begitu bersalah karena kelakuan buruknya diikuti sang putra. "Bunda kecewa banget sama kamu, tapi Bunda juga gak bisa mendahulukan emosi, kan? Bunda sama Ayah akan pergi sekarang ke rumah Aquila!" kata Renatha lalu pergi begitu saja dengan wajah

