Malam hari, setelah kejadian di mal tadi siang, Regan tak bisa tidur karena memikirkan perasaan Aquila. Ia memang bodoh karena terpancing emosi. Apalagi saat ini, pasti Aquila sangat sedih karena ucapannya tadi di depan teman-teman gadis itu. Kegelisahannya pada Aquila membuat Regan tidak bisa tidur. Akhirnya, ia memutuskan untuk menemui gadis itu. Saat sudah di depan pintu, terdengar Bara memanggil dirinya. "Mau ke mana, Bang? Udah tengah malam gini?" tanya Bara dengan raut bingung. "Regan mau ketemu Aquila. Tadi Regan udah nyakitin perasaan dia," jawab Regan dengan wajah gelisah. "Ini udah tengah malam, nggak baik kamu bertamu di jam segini. Besok pagi aja, Bang. Ayah nggak mau kamu keluar nemuin anak gadis orang tengah malam gini. Untuk kebaikan kamu juga, Nak. Ayah mohon kamu masuk

