Sedan mewah berwarna hitam itu melintasi gerbang besi kediaman Wiraatmaja dengan kecepatan pelan. Di sepanjang trotoar luar, barisan petugas keamanan berseragam safari membentuk pagar betis, menahan kerumunan fotografer yang mencoba mengambil gambar dari balik kaca film. Hanaelle duduk di kursi belakang, tangannya masih terbalut perban tipis. Di sampingnya, Nathaniel diam menatap keluar jendela. Garis polisi yang sebelumnya melintang di beberapa sudut—karena penyelidikan Rosalind, kini sudah bersih, digantikan oleh pot-pot bunga lili putih yang berjajar rapi di sepanjang selasar. “Kita seharusnya ke hotel. Bukan ke sini,” bisik Hanaelle. Nathaniel menoleh, tatapannya yang lelah menatap Hanaelle. “Polisi bilang tempat ini paling aman dari jangkauan media. Lagipula, Mahendra yang mengatur

