Kesadaran Hanaelle kembali dalam bentuk rasa sakit yang berdenyut seirama dengan detak jantungnya. Hal pertama yang ia rasakan adalah beban berat di seluruh wajahnya—perban yang melilit kepala hingga rahang, menyisakan hanya sedikit celah untuk bernapas dan satu mata untuk melihat. Ia mencoba menggerakkan jari tangannya, namun rasa kaku dan perih dari luka bakar derajat dua di lengannya segera mengirimkan sinyal peringatan ke otaknya. Di luar jendela kaca kedap suara ruang—suara riuh demonstran dan teriakan histeris para penggemar terdengar samar seperti dengungan lebah. Mereka berkumpul di gerbang rumah sakit, menyalakan lilin, dan membentangkan spanduk bertuliskan The Miracle Couple. Bagi publik, Hanaelle dan Nathaniel adalah simbol cinta yang tak terhancurkan oleh api. Namun, bagi Hana

