“Oh, anak kecil ini tadi menolong kakak yang bernama Magdalena tersebut dari tembakan penjahat yang menyandera para pelanggan rumah makan ini,” ujar sang kakek menjawab pertanyaan dari Yukiko ini.
“Kek, apakah anak ini mempunyai kekuatan itu?” tanya Yukiko meyakinkan penglihatannya atas yang terjadi sekarang.
“Seharusnya kamu sudah mengerti tentang kekuatan anak ini, karena pada saat terluka ia dapat menyembuhkan dirinya sendiri tanpa bantuan seorang dokter sekalipun,” ungkap kakek kepada Yukiko.
“Hem, benar yang kamu bicarakan Kakek Guan Yu. Bahwa anak ini memang memiliki kekuatan legendaris tersebut,” ungkapnya yang menyetujui ucapan dari Kakek Guan Yu tersebut.
Ternyata kakek tersebut bernama Guan Yu. Dahulu ia adalah pendekar yang tidak terkalahkan tetapi akibat racun yang terdapat di dalam tubuhnya sekarang. Dia sudah tidak bisa bertarung kembali.
Karena racun tersebut telah merusak aliran Qi dari sang kakek, untuk mengobati racun ini, sangatlah berat dan langka. Tanaman obat untuk menyembuhkan racun ini pun terdapat di sebuah tempat tersembunyi dan terdapat legenda di daerah tersebut.
Tempat tersebut hanya bisa didatangi oleh anak yang terpilih saja atau yang diizinkan sama tempat tersebut untuk memasukinya. Oleh karena itulah sang kakek tidak bisa datang ke sana karena bukan dia lah yang sebagai anak terpilih tersebut.
Tempat yang sedang dibicarakan oleh Guan Yu dan Yukiko Xan adalah sebuah Gunung Suci yang bernama Gunung Lost Drago. Dahulu penghuni tetap gunung tersebut adalah para naga suci yang menjaga sebuah pusaka legenda berupa pedang panjang.
Pedang tersebut dijaga oleh empat Naga Suci, masing-masing bernama Xilin, ia adalah Naga Api yang memiliki sebuah simbol api di depan dadanya. Kemudian Weilian, ia adalah Naga Air yang memiliki tiga kepala, masing-masing kepalanya dapat mengeluarkan air, api dan angin.
Weilian, kenapa ia bisa dijuluki sebagai Naga Air padahal dia dapat mengeluarkan ketiga element yang berbeda pada waktu yang bersamaan. Karena dari ketiga element yang dia punyai, element paling kuat yang dimiliki oleh Weilian adalah element air.
Maka dari itu Weilian disebut dengan Naga Air, kemudian Yin Xiang, ia adalah Naga Angin yang bisa bergerak secepat angin dan setenang air dalam menyerang. Itu terbukti pada peperangan untuk memperebutkan wilayah antara Naga Angin dan Naga Api.
Pada saat itu Naga Api menginvasi wilayah yang memang adalah kawasan dari Naga Angin tinggal. Karena mereka tidak tahan terhadap tindakan Naga Api yang dianggapnya sudah sangat keterlaluan itu.
Akhirnya Naga Angin mencoba untuk melawan Naga Api tersebut dengan seluruh kekuatan yang mereka punyai. Mereka menyatukan seluruh Naga Angin yang ada wilayah tersebut untuk melakukan perlawanan terhadap penindasan dari Naga Api.
Meskipun dalam hal kekuatan Naga Angin kalah dengan Naga Api, tetapi mereka tidak menyerah begitu saja. Mereka masih menyimpan kekuatan utama mereka di akhir peperangan ini.
Puncak dari peperangan tersebut adalah Naga pemimpin dari clan api mendatangi tempat istirahat dari tetua dari clan Naga Angin tersebut.
Ia mulai menyemburkan api ke seluruh area hutan yang merupakan wilayah dari clan Naga Angin tersebut, tetapi hal yang cukup membuat tetua dari clan Naga Api ini kaget adalah api murni tiga rasa yang mereka miliki dengan mudahnya dipadamkan oleh clan Naga Angin.
Kejadian itulah yang membuat clan Naga Api semakin geram karena kekuatan utama mereka dengan mudahnya dikalahkan oleh clan Naga Angin tersebut. Membuat peperangan ini semakin sengit saja.
Sampai akhirnya clan Naga Api dibuat mundur oleh clan Naga Angin dari wilayah kekuasaan mereka yang mayoritas adalah pohon ginseng tersebut.
“Akhirnya peperangan ini berakhir juga” ujar salah satu Naga dari clan Angin kepada tetua yang sedang memperhatikan clan Naga Api yang sedang terbang meninggalkan wilayah dari clan Naga Angin tersebut.
“Kenapa kau sekarang berambisi untuk memiliki wilayahku, wahai saudaraku,” gumam sendiri kepada dirinya.
Itulah kejadian peperangan yang terjadi antara clan Naga Api dan Naga Angin tersebut. Dengan kekalahan telak berpihak kepada clan Naga Api.
Di wilayah Gunung Suci juga terdapat Naga tanah, ia adalah naga satu-satunya yang tidak dapat terbang melainkan mereka mempunyai gerakan yang cepat dan gesit pada di tanah. Naga Tanah tersebut memiliki nama Xue Xing.
Mereka meskipun tidak bisa terbang seperti tiga clan lainnya, dia sangat handal dalam menggunakan element tanah dan paling bisa diandalkan kalau bertarung di darat.
“Kakek, tempat apa yang sedang kamu bicarakan dengan Nyonya Yukiko?” tanya Rieza yang heran melihat wajah keduanya yang terlihat ketakutan.
“Itu adalah tempat legenda, yang dimana dahulu tempat tersebut berisikan naga-naga legendaris. Nama tempat yang barusan saya bicarakan dengan Nyonya Yukiko adalah Gunung Lost Drago itu adalah sebuah gunung suci,” sang kakek menjelaskan kepada Rieza.
“Hem, tempat para naga hidup dahulu rupanya. Apa dari tempat itu aku bisa mengetahui naga yang ada di dalam diriku, naga apa?” bisik Rieza kepada dirinya sendiri.
“Apa yang sedang kamu pikirkan, Rieza?” tanya kakek Guan Yu yang melihat Rieza tersenyum-senyum sendiri.
“Aku hanya sedang memikirkan, bagaimana aku bisa datang ke Gunung Lost Drago itu, karena ada hal yang ingin aku cari di sana,” jawab Rieza antusias.
“Hah? Kamu serius mau pergi ke sana? Ke Gunung Lost Drago, Rieza. Tempat itu sangat berbahaya, apalagi untuk anak kecil seperti kamu ini, Rieza,” saran Guan Yu kepada Rieza yang sekarang sedang antusias kepada Gunung Lost Drago.
“Kamu tidak usah melarangnya kakek. Aku bisa pastikan dia akan baik-baik saja apabila dia pergi ke sana karena aku akan menemaninya,” ujar lelaki yg berbadan tegap, kulit mulus dan putih dengan badan yang menjulang tinggi.
“Hormat kami, Pak,” ujar Magdalena dan Yukiko bersamaan seraya menundukkan badan memberi hormat kepada pimpinannya.
“Apa kau serius dengan ucapan kamu tadi, Alexander Torreto?” tanya Guan Yu dengan tatapan yang tidak percaya karena dengan ucapannya barusan.
Guan Yu sangat tahu karakter dari Alexander Torreto yang seperti apa. Karena dia merupakan murid pertama dari Guan Yu ini.
Dia mewarisi hampir seluruh kekuatan dan jurus-jurus dari Guan Yu tersebut. Tetapi ia masih penasaran dengan jurus langit yang dimiliki oleh gurunya tersebut.
Jurus tersebut dapat menggemparkan langit dan bumi sekaligus apabila ia dapat menguasainya.
Diam-diam Alex pernah melihat gurunya sedang melakukan gerakan jurus langit tersebut.
Dia juga mencoba jurus langit tersebut diam-diam dan melatih jurus tersebut hingga ke tahap terakhir, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.
Ia tidak dapat menguasai jurus langit tersebut dan malah dia terluka oleh jurus tersebut, karena pada saat ia berlatih jurus tersebut.
Jurus tersebut menolak dan malah menyerang tubuh dari Alexander itu. Sehingga apabila ia ingin menyembuhkan luka yang terdapat pada tubuhnya.
Ia harus mencari buah dari pohon Ginseng dari Gunung Lost Drago tersebut.