Pagi itu, matahari bersinar lembut melalui tirai dapur. Gladis berdiri di depan meja makan dengan celemek bermotif bunga. Tangannya cekatan menata bekal makan siang untuk Alfito. Kali ini, ia ingin memberikan kejutan kecil untuk suaminya. “Sup ayam herbal, telur dadar keju, dan nasi hangat,” gumamnya sambil tersenyum puas. Di samping bekal, ia menaruh secarik kertas kecil bertuliskan: “Selamat kerja, suami gantengku. Jangan lupa makan siang, ya. Love you - Gladis” Ia menepuk pipinya sendiri, malu-malu, lalu tertawa kecil. Dalam hatinya, ada kebahagiaan yang hampir meledak. Hari itu, ia berencana memberitahu Alfito berita terpenting dalam hidup mereka: ia positif hamil. Tes kehamilan yang tadi pagi ia lakukan menunjukkan dua garis merah jelas. Tangannya sempat gemetar saat melihat hasil

