bc

GAIRAH SETELAH BERCERAI

book_age18+
87
FOLLOW
1K
READ
contract marriage
family
HE
age gap
second chance
arranged marriage
kickass heroine
boss
heir/heiress
drama
bxg
bold
city
office/work place
childhood crush
lies
rejected
friends with benefits
substitute
like
intro-logo
Blurb

WARNING! 21+ (MENGANDUNG KONTEN DEWASA)

“Oh Ziva....” Elric menatap Ziva dengan sorot mata tajam. “Kenapa kamu tidak se-candu ini saat kita masih menikah?” tanyanya sambil mendorong tubuh mantan istrinya hingga punggung Ziva membentur dinding kamar.

Jarak wajah mereka begitu dekat, membuat keduanya bisa merasakan embusan napas satu sama lain.

Ziva berusaha menghindar, namun Elric telah mengunci geraknya. “Apa kamu lupa? Pernikahan kita hanyalah kontrak. Saat itu ada batasan.”

Elric mendekat lebih jauh, tangannya mulai meraba dress yang Ziva kenakan. “Dan sekarang? Apakah batasan itu sudah hilang? Siapa yang harus disalahkan, ketika gairah ini justru muncul setelah kita bercerai?”

Ziva terdiam, napasnya tercekat. Ia hanya pasrah saat Elric mengangkat dress-nya lalu menanggalkannya. Saat dress itu perlahan jatuh ke lantai, Ziva hanya bisa memejamkan matanya.

“Ahhh—”

chap-preview
Free preview
Bab 1 - Jatah Selingkuhan
"Ahhh, pelan-pelan, Sayang," lirih Lika, yang lebih mirip desahan. Ia agak terkejut saat Arda tanpa basa-basi langsung mendorong tubuhnya untuk berbaring telentang di atas ranjang. "Besok kamu menikah, mana bisa aku pelan-pelan?" balas Arda yang tak henti-hentinya menghujani calon istri temannya dengan ciuman panas yang menggebu-gebu. Calon istri teman? Ya, Lika adalah calon istri dari Elric, teman Arda. Dan pernikahan Lika dengan Elric akan dilaksanakan besok siang. “Bahkan, malam ini harusnya aku ke tempat pesta bujang yang Elric adakan, tapi aku bela-belain mampir ke sini dulu karena nggak mau kehilangan momen terakhir sebelum kamu jadi istri orang,” ucap Arda lagi. “Anggap aja jatah selingkuhan,” sambung pria itu. "Ini cuddle aja, kan, Ar? Ahh...." Lika mendesah lagi, terlebih saat ini tangan Arda menyusup ke dalam piamanya, dan mendarat sempurna di dadanya. Menciptakan sensasi yang semakin gila. "Yaaah, kok cuddle aja? Aku udah tegang banget nih. Mana tahan kalau nanggung? Lagian harusnya aku masukin dulu sebelum besok malam Elric yang masukin." "Enggak-nggak, please ... Jangan dimasukin. Juga, jangan tinggalkan jejak apa pun. Jangan sampai pas Elric unboxing aku ... dia melihat kiss mark yang kamu tinggalkan. Itu bundir namanya." “Tenang aja, aku nggak akan meninggalkan jejak apa pun. Aku pun menjamin bakal keluar di luar.” “Ih, dibilangin jangan ena-ena!” "Lika sayang, malam ini Elric nggak akan ke sini. Udah semingguan kalian nggak ketemu karena katanya pamali, kan? Seharusnya aman kalau kita ena-ena dulu," bujuk Arda. “Kita nggak akan ketahuan, Sayang. Aku yang jamin.” "Enggak! Pokoknya jangan!" Bersamaan dengan itu, Arda menurunkan paksa celana yang Lika kenakan, termasuk underwear-nya. Ia sama sekali tidak menuruti permintaan Lika yang tak mau ada ‘penyatuan’ malam ini. “Ya ampun, kamu kok susah dibilangin, sih?!” kesal Lika. “Sebentar aja, Sayang. Aku janji tembak di luar.” Lika memejamkan matanya saat Arda menyatukan milik mereka berdua. "Eh, kok susah? Padahal ini bukan yang pertama." "Makanya jangaaan! Udah deh udah. Aku mau bangun." Lika hendak beranjak. Namun, Arda malah terus berusaha melakukan penyatuan tanpa menyerah. Sampai akhirnya, dengan sedikit paksaan ... tubuh mereka telah sepenuhnya menyatu. Lika sempat menjerit kesakitan sebelum akhirnya mengumpat. "Sialan kamu! Aku mengizinkan kamu naik ke ranjangku buat cuddle doang. Tapi kenapa malah begini?! Ahhh...." "Aku batalin nih? Tarik lagi?" kekeh Arda. "Tenang aja, aku nggak akan meninggalkan jejak apa pun, kok. Kamu hanya perlu mendesah, Sayang." "Ahhh, tapi ini kok sakit banget? Tambah sakit sumpah, nggak bohong." Lika meringis. "Jangan-jangan kamu jadi perawan lagi," canda Arda. Bisa dibilang mereka sudah melakukannya beberapa kali dan Lika pertama kali melakukannya dengan Arda. Ini sudah keempat atau kelima, tapi rasanya masih saja tidak nyaman. "Ar, serius. Terakhir kita kayak gini, aku juga ngeluh sakit, kan? Itu tuh bukan bercanda. Aku beneran nggak menikmati. Kali ini jauh lebih sakit. Enggak sanggup aku, Ar. Aww...." "Saking besarnya, ya?” goda Arda. “Arrgggg!!!" sambungnya seraya meringis karena miliknya seolah terjepit sangat kencang sampai-sampai tak bisa bergerak. Sama sekali tak bisa maju, mundur terlebih ditarik keluar. Ya, milik Arda seolah terkunci. Sontak, pria itu panik. Ia sungguh tak bisa menarik milik-nya dari dalam sana, malah yang ada semakin tegang dan terkunci. Rasanya bukan hanya tidak nyaman, tapi linu dan nyeri hebat. Bagaimana ini? Sementara itu, Lika pun merasakan nyeri yang tak kalah hebatnya. Rasanya seperti tertusuk dan perih sekali. Ada sensasi terbakar karena milik Arda terjebak di dalam sana sehingga permainan tak bisa dimulai apalagi diakhiri, seperti bertemu jalan buntu. Sungguh, ini benar-benar tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Lika sampai menangis. Lika pun semakin panik. Terlebih mereka sama-sama tidak nyaman lantaran nyeri hebat yang semakin menjadi-jadi. "Tenang dulu, Lik. Kita pasti bisa lepas lagi asalkan tetap tenang." Arda berusaha menenangkan Lika, padahal dirinya pun boro-boro bisa tenang. "Mana bisa tenang?!" teriak Lika. “Gara-gara kamu! Udah dibilangin jangan, jangan, jangan. Malah maksa. Begini, kan, jadinya?!” marahnya. Arda mencoba menarik milik-nya, tapi sangat sulit. Yang ada mereka malah semakin kesakitan. Lika semakin menangis. Keringat pun mulai membanjiri tubuh mereka bersama rasa cemas yang terus bertambah seiring waktu berjalan. Bagaimana ini? Sementara Arda, bohong kalau pria itu tidak panik. Pria itu semakin panik, boro-boro bisa rileks. "Mati kita, Ar. Mati kita kalau ini nggak bisa lepas!" Bukan mati kehilangan nyawa maksudnya, karena mereka mungkin bisa meminta bantuan lalu dibawa ke rumah sakit. Mati di sini dalam artian ... mereka ketahuan selingkuh. Juga, mati karena malu. Sangat malu! "Lika, tenang dulu." "Kamu juga panik, Ar! Memangnya aku nggak tahu?!" Arda mencoba menarik milik-nya sekali lagi, tapi seperti tadi ... hasilnya nihil. Semakin berusaha ditarik dan dilepaskan, rasanya semakin sakit dan itu sangat menyiksa mereka. Tenaga mereka pun perlahan terkuras. Ah, tidak! Riwayat mereka benar-benar tamat. Kacau! Apa yang akan terjadi setelah ini?

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Kali kedua

read
220.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.4K
bc

TERNODA

read
200.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
20.6K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
81.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook