Quinn

945 Words

Beberapa hari setelah malam yang membelenggu itu, kehidupan Hazel kembali ke pola semu normalnya. Kunci platinum itu selalu ada di lehernya, dingin dan tak terpisahkan, mengingatkannya pada pilihan yang dibuat tubuhnya. Diego, di sisi lain, tampak seperti tidak terjadi apa-apa. Dia mendominasi dengan kehadirannya yang dingin, panggilan telepon yang memerintah, dan kunjungan mendadak ke penthouse yang selalu berakhir dengan penyerahan Hazel yang pahit-manis. Hingga suatu sore, telepon di meja kerjanya di Daily Buzz berdering. Bukan dari Diego. Nama D. BLAKE terpampang di layar. Suara Diego langsung terdengar, tanpa basa-basi. "Ada acara banquete di Hotel Grand Imperial malam ini. Klien investor baru dari sektor hiburan. Kamu harus hadir pukul delapan tepat." Hazel hampir menyahut 'ya'

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD