"Kamu sudah basah untukku, Hazel..." bisik Diego, suaranya berupa getaran rendah yang membuat fantasi Hazel merayap liar menuju kekacauan. Remasan yang berat dan penuh maksud di antara pangkal pahanya cukup untuk membuat seluruh tubuh Hazel bergetar hebat. Ah….Hazel tidak bisa menyangkal kalau dia sangat menikmati remasan kasar itu. Ada yang bergetar, memanas dan lembab di dalam genggaman tangan Diego dan itu yang menjadikan Diego merasa dipacu. Diego menyeringai tipis, sebuah seringai kemenangan seolah setiap jengkal kulit Hazel adalah wilayah jajahan yang telah ia petakan. "Tunjukkan padaku kalau begitu," tantangnya, matanya menggelap dengan rasa lapar yang jauh dari kata beradab. "Tunjukkan bahwa kamu bisa mengalahkanku. Tunjukkan bahwa kamu benar-benar bisa membuatku berlutut." Ha

