Alea terbangun setelah tidur selama berjam-jam. Kepalanya masih terasa berat. Kantuk masih terasa sangat dan saat melihat warna pink di seluruh ruangan, ia merasa aneh namun kantuknya tak bisa dicegah. Ia pun kembali tidur. Ia merasa tak nyaman, menggigil kedinginan namun juga berkeringat. Tidurnya mulai gelisah. Miring kanan, miring kiri bahkan telentang pun rasanya tak nyaman. Napasnya pendek-pendek, hawa panas keluar setiap kali menghembuskan napas. *** Hendra menjaga Alea, mengompresnya dengan air hangat. Membuang muka setiap kali Gadis itu seakan membuka mata. Demamnya 39 derajat Celcius demam yang cukup tinggi hingga membuat Alea seakan tak sadar. Dokter sudah memeriksanya setelah gadis itu tiba di rumah Rendra. Alea hanya mengalami flu yang cukup berat, namun masih bisa dir

