35. AYO KITA MELAKUKANNYA

2358 Words

Dia melihat ke luar jendela ketika kereta yang ditumpanginya mulai bergerak kembali ke New York. Dia cemas dan rasa sakit dari apa yang dia pelajari hari ini masih belum mereda. Meskipun dia sedang dalam perjalanan kembali ke kehidupannya di New York, kejadian tadi masih memenuhi pikirannya. Percakapannya dengan Jenny, alasan-alasan yang dia sebutkan atas apa yang dia lakukan terngiang di benak Hestia. Dia membelai punggung Jenny sambil terus memeluknya. “Apa yang telah kau lakukan dengan hidupmu, Jenny? Bagaimana bisa kau berakhir seperti ini? Aku melakukan segalanya untuk memenuhi kebutuhanmu, tapi mengapa kau mengambil keputusan ini?” Apa yang Hestia pertanyakan itu tidak mendapat respons apa pun dari Jenny kecuali dia terus saja menangis. Tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD