Raven diselimuti rasa tak percaya mendengar apa dikatakan Hestia barusan. “Apa kau yakin dengan itu?” tanya Raven dengan tatapan sangat lekat. “Aku yakin, Raven,” jawab Hestia mantap. “Ayo kita lakukan! Aku tahu kalau kau sudah menunggu ini sejak lama,” sambung Hestia. “Sial! Apa sejelas itu?” tanyanya malu-malu, dan Hestia mengangguk lagi. “Hestia, sekali aku masuk ke dalam dirimu, tidak ada jalan untuk kembali. Tidak ada jalan untuk keluar. Kau milikku,” kata Raven memberikan pemahaman dengan sedikit ancaman di baliknya. “Lakukan saja, kau terlalu banyak bicara,” kata Hestia, dan Raven tersenyum sebelum mencondongkan tubuhnya untuk menciumnya lagi. Ciuman mereka semakin b*******h, lidah mereka bermain-main sementara tangan Raven menjelajahi daerah kewanitaan Hestia, dan dia menyeli

