Hestia tentu saja dihantam dengan banyak sekali rasa tak percaya saat melihat wanita bernama Justine itu menempel dengan begitu eratnya bersama Raven seperti tokek dan dinding saja. “Justine, tunggu—” Kata Raven sebelum melepaskan gadis itu. ‘Jadi, nama gadis itu adalah Justine.’ Hestia tiba-tiba saja berpikir kalau Raven tidak ingin melepaskan wanita itu maka Hestia sendirilah yang melepaskan mereka dan menyeretnya keluar. Namun Hestia juga sadar bahwa ini bukan rumahnya. Dia tidak punya hak untuk mengusir siapa pun, terutama karena mereka terlihat dekat. “Raven, aku senang bertemu denganmu lagi. Tapi tunggu?” Justin melihat ke arah meja. “Ya Tuhan! Aku tidak bilang aku akan datang, tapi kau benar-benar bersiap. Apa kau yang membuat ini?” tanyanya sebelum duduk dan mengambil peralatan

