19. Raven Memecat Hestia

1604 Words

“Tamat sudah. Aku rasa beberapa hari mungkin keluargaku akan berduka karena aku kelaparan. Aku akan jadi gelandangan, terlantar, kelaparan, bahkan mati, tidak ada yang bisa melihat tubuhku. Orang-orang akan melupakanku, apalagi ini adalah New York. Aku pasti akan dikutuk ibu karena tidak mengirimnya uang sebelum aku meninggal.” “Hestia.” Suara Raven, membuyarkan lamunannya. Dia menatap ke arah atasannya yang tengah marah melihat apa yang dilakukannya. Tangan dan kakinya bergetar karena ketakutan. Dia juga tidak bisa melarikan diri dari pria di hadapannya. Jadi, dia pikir dia harus jujur, dia tidak ingin menyembunyikan rahasia lagi pada atasannya. “Pak, saya minta maaf,” ucapnya sambil menundukan kepala. “Saya tidak butuh permintaan maafmu. Yang saya butuhkan, penjelasanmu. Hal tidak m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD