“Uangnya sudah Hestia kirim,” ucap Hestia, tapi dia segera menjauhkan ponselnya saat mendengar suara teriakan ibu. “Kenapa lama sekali? Hutang sudah menumpuk. Aku sudah bilang pada rentenir akan mengembalikannya kemarin. Lihat, apa yang terjadi, dendanya bertambah lagi!” teriak ibunya. Hestia menghela napasnya, dia sudah duga akan dimarah tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. “Maaf, Bu. Ada masalah di tempat kerja, tapi aku sudah mengirimnya dan ada uang tambahan.” “Tidak. Itu hanya membayar bunga. Kalau tidak ada bunga, kitab isa mengunakan uang tambahan untuk biaya hidup. Bagaimana aku harus membayar denda, sekarang?” “Tolong minta padanya, Bu. Untuk tidak menambah bunga untuk satu hari,” ucapnya tenang. “Jika dia tidak setuju, aku akan mengirimnya lagi.” “Kau benar-benar mengatakan

