6. Pertemuan ayah dan anak

1003 Words
POV BROTOESTA PATRA Entah apa yang membuatku bisa menghianati istriku, saat kepergian gisly dan putriku aku mengutuskan pengawal untuk menjaga mereka dari kejauhan, aku meminta pada pengawalku untuk berhati hati, dan pantau jika terjadi yang tidak baik dan segera beritahuku. perceraianku dengan Gisly sudah diketahui banyak orang, banyak juga orang sudah tahu kedekatanku dengan seorang selebrite Angleagusla, aku ingin segera menikah , tapi Glea selalu menunda menunda, aku fikir mungkin dia masih merasa bersalah pada mantan istriku , tidak apa apa aku turuti kemahuannya sehingga kami harus menjalin hubungan 2 tahun, tapi kini Glea sudah menjadi seorang bintang. setelah ia menjadi bintang yang terkenal dia mulai berubah dia selalu mengabaiku . hingga pernah ku dengar dari mulutnya jika dia mendekatiku hanya ingin naik daun, dia tak bersungguh sunguh mencintaiku. Aku marah sekali padanya bagaimana mungkin dia mengatakan itu, dia itu sudah seperti p*****r yang selalu kupakai disaat aku menginginkannya. mungkin ini suatu karmaku karena telah menghianati istriku. Delapan belas tahun aku menyendiri tak ada perempuan, menjadi seorang Duda, aku menyadari perbuatanku , terkadang jika aku ada waktu aku pergi keindonesia untuk melihat wajah mantan istriku dan juga putriku. aku hanya mampu melihat mereka dari dalam mobil tapi agak sedikit jauh, ku lihat putri ku dengan ibunya ingin pergi kesuatu tempat yaitu ketoko butik. setelah itu aku selalu mendapatkan berita atau foto foto putriku saat ia masih kecil , ia remaja hingga dewasa. pengawalnya mendapatkan foto itu disaat mereka keluar rumah atau sekedar bermain. semua itu sudah membuat hatiku senang melihat pertumbuhan putriku. Disaat usia putriku menginjak dua puluh tahun, aku dikejutkan berita dari pengawalku bahwa Gisly mantan istriku kecelakaan, selang beberapa jam kudapati berita lagi Gisly sudah tiada, aku segera menghubungi asistenku untuk segera mendapatkan tiket untukku, aku langsung beranjak dari kantorku menuju bandara, sesampainya aku dibandar international airport Soekarno Hatta, aku dijemput pengawalku yang diutuskan untuk menjaga putriku , sesampainya dirumah sakit aku langsung menuju dimana tempat Gisly berada. kubuka pintu ruangan tempat Gisly, kupandangi wajah putriku yang sembab, aku mengerti berapa pilu hatinya, dan seorang perempuan yang kutahu dia pemilik butik tempat Gisly bekerja. Jane melihat kearahku "Maaf ada cari siapa pak?". Jane masih bingung melihat ku, sepertinya ini sudah saatnya aku muncul dalam kehidupan Jane. " Ini papa kamu sayang, papa ingin melihat mama kamu untuk terakhir kalinya". air mataku lolos dari kelopak mataku, aku tidak menyangka putriku tidak mengenaliku, apa Gisly tidak pernah bercerita tentang aku padanya, apakah sebenci itu Gisly padaku. "Maaf". itu yang diucapkan Jane, sampai ia pun menundukkan pandangan. aku tahu ia belum siap untuk bertemu denganku, aku tidak akan memaksanya untuk menerima kedatanganku yang terlambat ini. suasana hening seketika, hingga Ruilla membuka suara " Boleh saya bicara dengan anda diluar?, tanya Ruilla " Boleh." jawabku Ruilla berdiri dan aku pun menyusulnya keluar dari ruangan, kami duduk dikursi tunggu. " Maaf berarti anda mantan suaminya Almarhum ya." tanya Ruilla " iya saya Patra." balasku singkat " Oh yaa saya Ruilla sahabat almarhum." ucapnya lagi. " Saya sudah tahu kamu, saya sering datang menjenguk mereka." balasku raut wajah Ruilla terkejut " tapi saya tidak bertemu secara langsung, saya hanya melihat dari jauh, saya tidak beranikan diri untuk mendekati mereka, jujur saya ingin sekali menemui mereka, tapi saya tidak ingin merusak kebahagiaan mereka lagi, saya juga mengirimkan bodygaurd untuk memastikan mereka aman, saya menyesal telah meninggalkan mereka, 18 tahun hati saya hampa, saya tidak lagi menjalin hubungan dengan perempuan manapun." ceritaku yang dicerna Ruilla " kenapa gak diperjuangin lagi, Almarhum sangat mencintai Kamu Patra, bahkan hatinya terluka ia tetap mencintai kamu, saya pernah menyuruhnya menikah, tapi dia menolak, dia bilang cintanya tidak bisa diganti dengan Hati yang lain, kamu beruntung pernah memiliki hatinya sampai akhir hayatnya." keterangan Ruilla membuat tubuhku lemes, andai saja aku berjuang pasti tidak akan ada yang menderita. " Mama." teriak seorang wanita dari kejauhan, mereka berlari mendekati Ruilla yang menyambut kedatangan mereka. "Maa, Jane mana? didalam yaa? aku langsung masuk yaa? tanya seorang pemuda yang langsung nyelonong masuk kedalam. " sabar dong sayang, Jane didalam, kamu, pergilah." jawab Ruilla " Ma mas angga ngak bisa ikut kesini mungkin langsung kerumah Jane aja." ucap seorang wanita. " iya gak papa Bell, oh iya ini Om Patra papanya Jane, dan ini Mas Iyan suami saya, ini Bella anak pertama saya, yang tadi masuk Reka anak kedua saya". jelas Ruilla mengenalkan aku dan juga mengenalkan suami dan anaknya. kami pun berjabat tangan. DIDALAM RUANGAN " Jane." teriak Reka " kak Reka." sahut sendu Jane menyadari kedatangan Reka " Yang tabah ya Jane, loe masih ada kita, gue bakalan Jagain lo." peluk Reka, Jane membalaas pelukkan Reka, Jane menangis lagi hingga tersedu-sedu, ia mencoba untuk tidak menangis, tapi ia tak kuasa menahan sesak didada ditinggalkan untuk selamanya oleh Ibu tercinta, membuat Reka makin erat memeluknya. Jane sudah menganggap Reka seperti kaka laki-laki nya, tapi tidak dengan Reka ia memiliki rasa lebih dari seorang kaka, bisa dikatakan Reka mencintai Jane secara diam. walaupun ia seorang yang perhatian terhadap Jane, ia tidak pernah menunjukkan rasa sukanya, ia takut Jane menolak, apa lagi Reka baru wisuda belum berkerja, tapi pekerjaan sudah menungggunya sebagai CEO diperusahaan dan menggantikan Ayahnya, Reka Andrean Luis ia seorang pemuda yang tampan, bermata hazel kebiru-biruan, hidung mancung, bibirnya tipis, tubuh tinggi langsing, itu semua turun dari Ayahnya Briyan Luis keturunan bule. sedangkan Bella amartha Luis ia sudah menikah Angga antonio, anak rekan bisnis Ayahnya. Bella mempunyai paras yang cantik dan jugaa tinggi, cocok dengan pekerjaannya sebagai Model. Mereka dekat sejak kecil walaupun umur mereka berbeda-beda. "Hemm" kode Bella menghentikan pelukkan Reka "Modus". sindir Bella keReka. karena hanya bella yang tahu kalau Reka suka Jane. Kehadiran Patra, Iyan, Ruilla, Bella mengejutkan hingga Reka melepas pelukkannnnya. Reka hanya nyengir " Udah itu perawatnya udah dateng." seru Ruilla. " kalian pakai mobil aja ya, biar mama nemenin Jane naik Ambulance." Ucap Ruilla. " saya juga, naik Ambulance." seru Patra " Reka bawa mobil mama." Ruilla memberi kunci mobilnya ke Reka " kalian duluan aja." dibalaas anggukan mereka pamit duluan " Hati Hati." ucap Ruilla lagi "siip ". jawab Reka bella, dan iyan serentak Para perawat sedang dalam perjalanan menuju ruangan, mereka masuk dan siap membawa Jenazah keluar menuju Ambulance, begitu juga keluarganya juga ikut mengiringi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD