Part 35 "Ampun Mbah! Apa yang harus saya berikan?" "Darah perawan!" ucap makhluk itu dengan suara serak. Lendir berwarna merah menetes dari sela-sela giginya yang bertaring. Darah perawan? Mungkinkah Tina bisa ditumbalkan? "Ampun Mbah, bisakah saya cari dulu tumbalnya?" tanya Harun. Ha! Ha! Ha! Kamu mau meledekku, jadi aku harus menunggu setelah apa yang kulakukan buatmu. heh! Mbah Tandur tertawa lebar. Suaranya menggelegar dan wujudnya berubah sangat menyeramkan. Badanya meninggi hingga menyentuh plafon, mulutnya maju hampir menyerupai anj*ng. Kukunya panjang, dan tubuhnya di penuhi bulu. "Bawakan tumbalku segera!" katanya sambil mencengkeram leher Harun. "Ba-ba-baik Mbah!" jawab Harun ketakutan. Nyalinya menciut, ia tak menyangkan kalau sosok Mbah Tandur yang sebenarnya sangat m

