Jasmine & Jamal

204 Words
Jasmine mengirimkan pesan pada Ari melalui w******p memberitahu suaminya itu kalau ia akan pergi bersama dengan kedua sahabatnya. “Di sini, aja, Pak.” Jasmine memberi perintah pada Jamal saat mobil akan masuk ke dalam pekarangan kafe. Jamal menghentikan mobil secara tiba-tiba membuat Jasmine nyaris tersungkur ke depan jika saja ia tidak memegang jok. “Maaf-maaf, Mbak.” “Enggak papa, Pak. Aku yang salah bilangnya tiba-tiba.” Jasmine mengambil menganting tas kecil miliknya. “Untung nggak ada mobil di belakang kita,” lanjut Jasmine. “Untungnya, Mbak,” balas Jamal. “Bapak tungguin, Mbak?” “Nggak usah, Pak. Nanti Jasmine pulang sama Dian, aja.” Jamal mengangguk. “Kalau gitu bapak balik ke kafe dulu, Mbak.” “Iya, hati-hati, Pak.” “Siap, Mbak.” Jamal memperhatikan Jasmine yang membuka pintu melalui kaca spion. Ia melihat Jasmine melambaikan tangan. Setelah itu pergi meninggalkan Jasmine yang mulai melangkahkan kaki memasuki pekarangan kafe Cemara. Diperjalanan Jamal kepikiran bagaimana jadinya nasib Jasmine jika Jere kembali padanya. Sesekali Jamal penasaran bagaimana sebenarnya akhir untuk Jasmine. Jamal yang sejak awal tahu tentang kehidupan masa lalu Jasmine, tentang hubungan dua tuan muda nya dan Jasmine terkadang membuat Jamal kesal pada takdir yang menurutnya tidak adil bagi ketiganya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD