BAB 19

1026 Words

Pintu kafe di sudut Distrik Velmora berdenting pelan, namun Elena tidak menoleh. Ia tetap menatap cangkir kopinya yang sudah mendingin, mencoba mengabaikan tatapan tajam dua pengawal yang berdiri kaku di luar pintu kaca. Dante benar-benar membuktikan ucapannya. Setiap langkah Elena kini dibuntuti oleh tim pengawal yang ditugaskan oleh Dante. Elena benar-benar diperlakukan seperti tahanan yang sewaktu-waktu bisa melarikan diri. Langkah kaki yang mantap mendekat ke arah mejanya. Itu bukan langkah pelayan, bukan pula langkah kaku para pengawalnya. Aroma kayu cendana dan hujan yang familiar menyerbu indra penciumannya sebelum sosok itu benar-benar duduk di hadapannya. "Kau terlihat sangat kesepian untuk seseorang yang menyandang nama besar Valerius," ucap Andrew Valente tanpa basa-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD