Palu kayu pelelang melayang di udara, nyaris menyentuh meja saat suara bariton itu memotong keheningan aula. "Dua puluh lima juta dolar." Seluruh pasang mata yang hadir di Grand Oakhaven berpaling ke arah pintu masuk. Andrew Valente. Pria itu melangkah masuk dengan tangan santai di saku celana, membelah kerumunan elit yang mendadak diam membeku. Ia tidak mengenakan atribut tamu resmi, namun kehadirannya memberikan tekanan yang jauh lebih besar daripada siapa pun di ruangan itu. Terutama pada Dante. Andrew berjalan dengan langkah yang diperhitungkan, berhenti tepat di garis pandang meja utama tempat Dante Valerius duduk. Dante menegakkan punggung, jari-jarinya mencengkeram lengan kursi dengan kuat. "Apa yang kau lakukan di sini, Valente? Ini acara privat." Andrew hanya menyung

