BAB 29

1123 Words

Di pukul tujuh malam kurang sepuluh menit, Anggara sampai di rumah Azara. Kalau tadi siang Ibu Azara yang membukakan pintu, kali ini berbeda, Dio—kakak laki-laki Azara—lah yang membukakan pintu. Anggara sudah lama mengenalinya—selama ia mengenali Azara. Namun, Dio ini tipe orang yang tidak banyak bicara, jadi sampai sekarang Anggara masih kaku dengannya. Kadang Anggara merasa tidak percaya kalau Dio itu sering menggoda Azara, wajah laki-laki itu terlalu flat untuk menjadi laki-laki jail. "Mau jemput Azara, ya?" tanyanya. "Iya, Kak," jawab Anggara. Dio menganggukkan kepalanya sambil membulatkan bibir. "Nanti share lokasinya, ya." "Lewat mana, Kak? Aku enggak punya nom—" "Nanti aku hubungin lebih dulu. Aku punya nomor kamu, baru tadi nyuri di handphone Azara." Setelah mengatakan itu di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD