Kekecewaan Kemal

1366 Words

Amira mengerjapkan matanya berkali-kali, menghalau rasa silau dari cahaya lampu. Bau obat begitu menyengat, dan itu membuatnya mual. Refleks Amira bangun ketika mengingat semua kejadian yang membuatnya pingsan. Melirik jam yang menempel di pergelangan tangannya, sudah pukul lima sore. Berarti Amira pingsan kurang dari dua jam, seorang perawat menghampirinya. "Sudah bangun, Nyonya?" tanya perawat yang bername tag Lisa. "Ini dimana, Sus?" tanyanya tanpa menjawab pertanyaan sang suster. "Di klinik dokter Melissa," jawab sang suster dengan ramah. "Saya mau pulang." Amira takut jika Kemal sudah pulang dan mendapati dirinya tidak ada di rumah. "Tunggu sebentar lagi ya, dokter akan menjelaskan keadaan Nyonya, dan akan memberikan resep obatnya." "Siapa yang membawa saya kesini?" "Suami Nyon

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD